Dana Transfer ke Daerah Dipangkas Rp 219 Miliar, Pemkot Tasikmalaya Siapkan Strategi Efisiensi
Viman menyebut kondisi defisit anggaran kini mencapai 83 persen, sehingga diperlukan kolaborasi lebih erat antara Pemkot dan DPRD dalam merumuskan strategi bersama.
“Kami akan fokus pada efisiensi dan prioritas anggaran agar pelayanan publik tetap berjalan optimal. Setiap rupiah harus benar-benar digunakan dengan tepat sasaran,” tegasnya.
Di sisi lain, Viman menyampaikan apresiasinya terhadap langkah pemerintah pusat yang menyalurkan dana langsung ke daerah melalui program-program prioritas nasional. Menurutnya, meskipun TKD dipotong, program tersebut diyakini dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Program yang diturunkan pusat justru bisa lebih cepat dirasakan manfaatnya. Walaupun TKD berkurang, hasil dari program prioritas ini tetap akan berdampak pada kesejahteraan rakyat,” jelasnya.
Terkait rencana Work From Home (WFH) yang diusulkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Viman mengatakan pihaknya masih akan melakukan kajian.
“Kalau memang efektif diberlakukan, kenapa tidak? Tetapi yang terpenting produktivitas kerja dan pelayanan publik tidak boleh menurun,” pungkasnya.
Editor : Asep Juhariyono