BPBD dan Damkar Kota Tasikmalaya Harus Dipisahkan, Sudah Punya Tugas dan Tupoksi Berbeda

Pemerintah Kota Tasikmalaya diharapkan segera mengambil langkah strategis untuk memisahkan BPBD dan Damkar menjadi perangkat daerah yang berbeda. Dengan status sebagai dinas mandiri, diharapkan Damkar bisa mendapatkan anggaran, fasilitas, dan sumber daya yang lebih memadai.
"Mudah-mudahan tahun depan ada perubahan signifikan. Damkar harus menjadi dinas tersendiri agar bisa lebih fokus dalam menjalankan tugasnya," harap Ucu.
Selain masalah struktural, kondisi Damkar Kota Tasikmalaya juga memprihatinkan dari segi fasilitas dan armada. Dari lima unit kendaraan damkar yang ada, hanya satu yang layak pakai, sementara lainnya rusak parah, bahkan ada yang tidak memiliki rem.
Komandan Regu (Danru) Damkar Kota Tasikmalaya, Budi Permana, mengungkapkan bahwa sepanjang 2024 ada 77 kejadian kebakaran, tetapi hanya bisa ditangani dengan dua unit kendaraan rusak.
"Sering kali kami harus ke lokasi kebakaran dengan mobil tanpa rem. Itu sangat berisiko, bukan hanya bagi petugas tetapi juga masyarakat. Ini menunjukkan bahwa Damkar benar-benar butuh perhatian lebih," ungkap Budi.
Lebih lanjut, Budi menambahkan bahwa kantor untuk Damkar juga belum tersedia, sehingga fasilitas dan operasional pemadam kebakaran masih sangat terbatas.
"Kami butuh kantor, armada yang layak, serta status kelembagaan yang lebih jelas agar bisa lebih profesional dalam menjalankan tugas," katanya.
Dengan semakin banyaknya gedung bertingkat dan meningkatnya risiko kebakaran, sudah saatnya Pemkot Tasikmalaya memperkuat sektor pemadam kebakaran, baik dari segi kelembagaan, fasilitas, maupun kesejahteraan petugas.
Editor : Asep Juhariyono