Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Puluhan Pelajar SMKN di Cipatujah Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis
Advertisement . Scroll to see content

Dosen STIKes Respati Tasikmalaya Laksanakan PKMP Atasi Stunting Lewat Pemodelan Imah Gizi di Cikunir

Sabtu, 07 Oktober 2023 | 19:57 WIB
  • author Heru Rukanda
Dosen STIKes Respati Tasikmalaya Laksanakan PKMP Atasi Stunting Lewat Pemodelan Imah Gizi di Cikunir
Dosen STIKes Respati Tasikmalaya Laksanakan PKMP Atasi Stunting Lewat Pemodelan Imah Gizi di Desa Cikunir. Foto: Istimewa

TASIKMALAYA, iNewsTasikmalaya.id - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Respati Tasikmalaya menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Pemula di Desa Cikunir, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. 

Sebuah inisiatif luar biasa muncul di Desa Cikunir, Kabupaten Tasikmalaya, di mana masyarakat dan Tim Pendamping Keluarga dari STIKes Respati Tasikmalaya yang terdiri dari Sinta Fitriani, S. KM.,M.KM (Ketua Tim) bersama anggotanya Hariyani Sulistyoningsih, S.KM.,M.KM dan Wuri Ratna Hidayani, S.KM.,M.SC, bersatu untuk melawan stunting. 

Sinta mengatakan, STIKes Respati Tasikmalaya melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Pemula sebagai bagian dari hibah dari Kemendikbudristek di salah satu lokus stunting di Kabupaten Tasikmalaya. 

Kegiatan tersebut memfokuskan upaya pada pemodelan Imah Gizi, sebuah pendekatan kreatif untuk memperbaiki kualitas gizi di tengah masyarakat.

"Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting," kata Sinta, Sabtu (7/10/2023).

Menurutnya, stunting yang sering kali disebabkan oleh kekurangan gizi pada masa pertumbuhan, dapat memiliki dampak jangka panjang pada kesehatan dan perkembangan anak.

Ia menyampaikan, Tim pendamping keluarga berfokus pada kelompok risiko stunting, termasuk anak baduta (bawah dua tahun) yang tidak mengalami peningkatan berat badan yang memadai, ibu hamil dengan anemia dan kekurangan energi kronis (KEK), serta calon pengantin (catin) yang mengalami KEK.

Editor: Asep Juhariyono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut