Melihat Lebih Dekat Desa Sentra Kolang-Kaling di Tasikmalaya

Nanang Kuswara
.
Sabtu, 15 Januari 2022 | 16:19 WIB
Melihat Lebih Dekat Desa Sentra Kolang-Kaling di Tasikmalaya. Penjual kolang kaling di jalur Salawu-Garut Kabupaten Tasikmalaya, sedang mengolah dan memilah kolang-kaling. (Foto:iNewsTasikmalaya.id/Nanang Kuswara).

TASIKMALAYA, iNews.id - Melihat Lebih Dekat Desa Sentra Kolang-kaling di Tasikmalaya akan dibahas dalam artiketl ini. Desa Tanjungsari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, sejak dulu telah menjadi desa sentra penghasil kolang-kaling yang menjadi rujukan dan bahkan tujuan bandar besar dari berbagai daerah. 

Tak hanya musiman ketika hendak memasuki bulan puasa, tapi kolang kaling di sana tetap di produksi untuk memenuhi permintaan kebutuhan membuat manisan dan lain sebagainya. 

Meskipun banyak pula kolang-kaling yang datang dari berbagai desa di kecamatan lain di Kabupaten Tasikmalaya, tapi bandar besar lebih mengetahui daerah tersebut untuk mendapatkannya. 

“Disini memang sudah sejak nenek moyang dulu, turun temurun kepada anak-anaknya. Menanam pohon aren sudah menjadi keharusan, karena memang manfaat yang dihasilkannya sangat banyak. Bukan hanya kolang kaling saja, tetapi juga gula aren, ijuk, sapulidi, tepung aci, hingga batang pohonnya bisa dimanfaatkan untuk bangunan,” ungkap Apid,40, salah seorang warga Desa Tanjungsari. 

Pada hari-hari biasa memang permintaan kolang-kaling tidak banyak, meskipun produksi tetap berjalan seperti biasanya. Namun, dua bulan sebelum memasuki bulan puasa dipastikan seluruh warga di sana mempersiapkan produktivitas kolang-kalingnya. 

Setiap harinya rata-rata warga menghasilkan 50kg kolang kaling yang kemudian dijual kepada pengepul yang merupakan warga di sana. 

Para pengepul pun mengaku, jika kolang-kaling yang dikumpulkannya tidak berasal dari wilayah Desa Tanjungsari semuanya. Namun, sejumlah desa lain yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya juga menjual kolang kalingnya ke wilayah tersebut. 

Hal itu berkaitan dengan banyaknya bandar besar yang mencari ke sana, tidak ke wilayah lain seperti Desa Pamijahan di Kecamatan Bantarkalong yang juga dikenal dengan kolang kalingnya yang memiliki kualitas sangat baik. 

“Yang datang mencari biasanya dari Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan hingga Bali, atau ada juga yang menelepon minta dikirim sekian ratus kilogram dimana uangnya sudah ditransfer terlebih dahulu sesuai kesepakatan harga dan ongkos kirimnya. Lumayan besar juga hasilnya, meskipun saya hanya mengambil keuntungan paling besar hingga Rp2.000 juga,” kata salah seorang pengepul kolang-kaling, Rohman (45). 

Halaman : 1 2
Bagikan Artikel Ini