Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 100 Hari Viman-Diky Dinilai Gagal, Mahasiswa Tasikmalaya Turun ke Jalan Sampaikan Sejumlah Tuntutan
Advertisement . Scroll to see content

Atasi Persoalan Sampah, Pemkot Tasikmalaya Bersama LPBI NU Luncurkan Progam Gedong Resik

Senin, 22 Agustus 2022 | 13:23 WIB
  • author Kristian
Atasi Persoalan Sampah, Pemkot Tasikmalaya Bersama LPBI NU Luncurkan Progam Gedong Resik
Atasi Persoalan Sampah, Pemkot Tasikmalaya Bersama LPBI NU Luncurkan Progam Gedong Resik. (Foto: iNewsTasikmalaya.id/Kristian)

“Dana yang terkumpul akan kita titipkan ke baznas untuk penataan lingkungan di masyarakat, misalnya untuk kebutuhan bak sampah. Sehingga tidak hanya mengandalkan dari APBD,” sambungnya.

Deni mengajak seluruh masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Ke depan, program tersebut diharapkan berkesinambungan sehingga tidak hanya menata masalah lingkungan, tapi bisa juga menata masalah kesehatan, dan perekonomian.

“Setiap sampah memiliki nilai ekonomis. Persoalannya tidak semua mayarakat paham. Sampah ini sebelum dibuang ke TPA dipilah dulu dan jual ke perusahaan dan hasilnya dikembalikan ke masyarakat juga,” ujarnya.

Ia menyebut, pihaknya memiliki bebarapa alat untuk memproses sampah, seperti mesin pencacah sampah, penghancur dokumen, pembakar residu, dan hasilnya ada yang bisa menjadi pakan magot, sehingga akan mengurangi penumpakan sampah ke TPA.

“Ini wujud keseriuan kami dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Tasikmalaya,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kota Tasikmalaya M Farid menuturkan, sistematika program Gedong Resik yaitu melakukan penarikan sampah secara universal tanpa ada pemilahan dan tidak di buang ke TPA.

Namun, sampah dipilah dan diolah oleh tim Gedong Resik sehingga mengurangi pembuangan sampah ke TPA.

“Sampah yang didonasikan setelah dilakukan pemilahan dan pengolahan tentunya akan mendapatkan materi (uang). Uang tersebut akan disimpan di baznas dan nanti akan dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk program seperti pembuataan bak sampah bahkan kalau donatur sampah sudah banyak dan berkelanjutan, bukan tidak mungkin uang tersebut dapat digunakan untuk pembuatan sampah 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle),” ujar M Farid.

 

Editor: Asep Juhariyono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut