Polisi Hentikan Kasus Sejoli Tewas di Kamar Kos

Asep Juhariyono
.
Rabu, 27 Oktober 2021 | 13:02 WIB
polisi hentikan penyidikan tewasnya sejoli di kamar kos. (Foto: iNewsTasikmalaya.id/Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA, iNews.id - Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota menghentikan penyidikan kasus meninggalnya sejoli di kamar kos Kampung Cibodas Pasar, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong.

Hal tersebut lantaran pelaku penembakan berinisial S (56) pensiunan TNI-AD juga meninggal karena bunuh diri.

"Sesuai Pasal 77 KUHPidana, maka penyidik menghentikan kasus ini," kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Agung Tri Peorbowo, SIK, Rabu (27/10/2021).

Sebagaimana diberitakan, warga Kampung Cibodas Pasar dibuat gempar. Pasalnya di salah satu kamar kosan di kampung tersebut ditemukan dua jenazah laki-laki dan perempuan (Widianingsih).

Saat ditemukan kedua korban berlumuran darah dan dalam posisi tertidur di lantai. Kedua korban tewas dengan luka tembak senjata api di bagian leher.

Peristiwa penemuan mayat tersebut berlangsung Sabtu (23/10/2021) sekitar pukul 14.30 WIB.

Menurut keterangan Atun Mokodas (55), Kepala Dusun Kampung Cibodas Pasar, korban perempuan bernama Widia yang bekerja sebagai petugas keamanan di pabrik garmen PT Tiodore.

Sedangkan laki-laki yang usianya diperkirakan lebih tua dari sang perempuan merupakan warga Kota Cimahi.

"Yang perempuan statusnya janda. Dia mengontrak kamar kos disini," kata dia kepada para wartawan di TKP.

Terkait senjata api yang digunakan pelaku S untuk menembak kekasihnya, Widia, bukan senjata organik. Menurut Agung, senjata jenis pitol tersebut tak memiliki nomor seri.

Untuk memperjelas jenis senjata tersebut, imbuh dia, polisi sedang melalukan uji balistik terhadap proyektil yang ditemukan di TKP.

"Sedang dilalukan uji balistik oleh tim Puslabfor Mabes Polri atas senjata tersebut," tutur dia.

Sedangkan penyebab pelaku menembak kekasihnya, kata Agung dilatar belakangi masalah asmara. Keduanya diketahui menjalin cinta hingga akhirnya sang perempuan hamil.

Sejak diketahui Widia hamil, keduanya sering terlibat pertengkaran dan berakhir dengan penembakan. "Penyebabnya dipicu oleh soal hubungan asmara keduanya," cetus dia.

Editor : Asep Juhariyono
Bagikan Artikel Ini