Zakat Fitrah Ciamis 2025 Terkumpul Rp35,9 Miliar, Muzaki Bertambah 12 Persen

CIAMIS, iNewsTasikmalaya.id - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis mencatat penurunan jumlah zakat fitrah yang terkumpul pada Idulfitri 1446 Hijriah atau tahun 2025.
Total zakat yang dihimpun hanya mencapai Rp35,9 miliar, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp38 miliar.
Meski dari sisi nominal mengalami penurunan, Baznas mencatat adanya kenaikan signifikan dalam jumlah muzakki atau orang yang menunaikan zakat. Pada 2025, jumlah muzakki mencapai 11.035 orang, naik sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 9.711 orang.
"Memang berdasarkan perhitungan pendapatan zakat fitrah ada penurunan, namun dalam perhitungan muzakki ada peningkatan sebanyak 1.324 orang," ujar Ketua Baznas Ciamis, Drs. H. Lili Miftah saat ditemui dikantornya, Jumat (11/4/2025).
Baznas merinci bahwa zakat fitrah tahun ini mayoritas masih dibayarkan dalam bentuk beras, yakni sebesar 1.681.120 kilogram, yang jika dikonversikan setara dengan nilai sekitar Rp25 miliar. Sementara zakat dalam bentuk uang mencapai Rp10,6 miliar.
Lili menegaskan bahwa seluruh data tersebut dihimpun secara digital dan transparan melalui aplikasi SIAP ZIS (Sistem Informasi Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah) yang dikelola oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat kecamatan dan desa.
Di sisi lain, perolehan infak Ramadan justru menunjukkan tren positif. Tahun ini, total infak mencapai Rp2.373.921.500, naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp2.304.676.500.
"Itu semuanya dialokasikan untuk program rumah tidak layak huni (Rutilahu), karena masih banyak masyarakat Ciamis yang belum merasakan manfaatnya," jelas Lili.
Terkait bantuan Rutilahu, Baznas Ciamis mengusulkan besaran nominal uang bagi penerima manfaat sebesar Rp.15 juta, namun atas pertimbangan Baznas Provinsi Jabar dan Gubernur Jabar, tetap konsisten dengan nominal Rp.10 juta. Pasalnya, akan semakin mengurangi jumlah penerima manfaat.
"Yang harus kita bantu ini masih banyak sekali. Alhamdulillah, walaupun hanya Rp10 juta, itu bisa selesai. Kita bukan hanya membangun rumah, tapi juga membangun karakter masyarakat, agar mau gotong royong dan meraih keberkahan," tutupnya.
Editor : Asep Juhariyono