get app
inews
Aa Text
Read Next : Kapolres Tasikmalaya Kota Pimpin Sertijab Wakapolres

OJK Tasikmalaya Perkuat Sektor Jasa Keuangan di Priangan Timur, Dorong Stabilitas dan Inovasi

Kamis, 27 Februari 2025 | 20:14 WIB
header img
Kepala OJK Tasikmalaya Melati Usman. Foto: Istimewa

TASIKMALAYA, iNewsTasikmalaya.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus mengupayakan penguatan sektor jasa keuangan di wilayah Priangan Timur agar lebih stabil, transparan, dan akuntabel.

Berbagai strategi diterapkan, mulai dari konsolidasi Bank Perkreditan Rakyat (BPR), peningkatan daya saing, hingga mendorong inovasi layanan keuangan.

Kepala OJK Tasikmalaya Melati Usman, menekankan pentingnya peran BPR dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kami mendorong BPR untuk memiliki modal inti minimal Rp6 miliar serta meningkatkan kerja sama dengan lembaga keuangan lainnya. Selain itu, kami juga menargetkan penguatan LKM dan perusahaan gadai agar lebih kompetitif," ujar Melati, dalam acara Evaluasi Kinerja Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Tahun 2024 yang digelar di Bandung pada Rabu (26/2/2025).

Menurutnya, sepanjang tahun 2024, sektor jasa keuangan di Priangan Timur mencatat kinerja positif. OJK Tasikmalaya bersama para pemangku kepentingan juga berupaya meningkatkan literasi keuangan di kalangan masyarakat dan pelaku usaha.

"Kita patut bersyukur atas pencapaian LJK tahun ini. Selain pertumbuhan yang stabil, layanan keuangan digital juga semakin luas jangkauannya hingga ke daerah terpencil. Hal ini menjadi langkah penting dalam memberikan akses finansial yang lebih merata," ucapnya.

Data OJK Tasikmalaya menunjukkan peningkatan signifikan di berbagai sektor:

  • Aset BPR/S: naik 19,91% (yoy)
  • Penyaluran kredit BPR/S: tumbuh 11,65% (yoy), dengan kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 16,25% (yoy)
  • Dana Pihak Ketiga (DPK) BPR/BPRS: meningkat 6,43% (yoy)

Namun, sektor LKM/S mengalami penurunan. Aset LKM/S menyusut 7,46%, sementara pinjaman dan DPK masing-masing turun 7,62% dan 0,79%. Hal ini disebabkan oleh memburuknya kualitas pinjaman dan meningkatnya cadangan kerugian akibat risiko kredit macet.

Acara evaluasi ini dihadiri oleh Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Imansyah, serta 56 perwakilan Direksi dan Komisaris dari 21 BPR/S, 9 LKM/S, dan satu perusahaan gadai.

Imansyah menekankan pentingnya penerapan tata kelola yang baik dalam operasional LJK. “Penerapan good governance yang kuat akan membuat lembaga jasa keuangan lebih stabil dan berdaya saing di tingkat regional,” tegasnya.

Selain evaluasi kinerja, acara ini juga mencakup sosialisasi terkait kualitas data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) serta penanganan tindak pidana di sektor jasa keuangan pasca penerapan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan sektor jasa keuangan di Priangan Timur semakin kokoh dan mampu menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

 

Editor : Asep Juhariyono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut