Kode Etik Kesehatan Masyarakat

Nur Hidayat
KESEHATAN masyarakat diartikan sebagai aplikasi dan kegiatan terpadu antara sanitasi dan pengobatan dalam mencegah penyakit yang melanda penduduk atau masyarakat. Kesehatan masyarakat adalah kombinasi antara teori dan praktek yang bertujuan untuk mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan penduduk (Eliana, et al., 2016). Kesehatan masyarakat adalah sebagai aplikasi keterpaduan antara ilmu kedokteran, sanitasi, dan ilmu sosial dalam mencegah penyakit yang terjadi di masyarakat.
Masalah etika dalam bidang kesehatan masyarakat merupakan hal yang sudah diperbincangkan sejak dulu. Etika kesehatan masyarakat umumnya berhubungan dengan proses pengambilan keputusan. Salah satu contoh adalah konflik kepentingan yang dialami dokter okupasi atau klinisi yang telah bekerja bertahun-tahun di industri yang berisiko tinggi. Biasanya dokter perusahaan berada dalam kondisi ‘serba salah’. Di satu sisi harus mengikuti keinginan manajemen perusahaan agar tidak terlalu mengekspos informasi bahaya kepada karyawan agar tidak mengganggu proses produksi. Di sisi lain, ada pertentangan hati nurani dalam dokter karena setiap karyawan memiliki hak untuk mengetahui informasi tentang bahaya kerja dan tentu saja bertentangan dengan kode etik profesi jika tidak menyampaikan resiko/bahaya kesehatan (Ade Heryana, 2019).
Lantas apa yang dimaksud dengan etika kesehatan masyarakat, bagaimana karakteristik etika kesehatan masyarakat, dan kode etik kesehatan masyarakat?
Pengertian Etika Kesehatan Masyarakat
CDC (2011) mendefinisikan etika kesehatan masyarakat sebagai sebuah proses menentukan tindakan. Menurut CDC, “public health ethics is a systematics process to clarify, prioritize, and justify possible courses of public health action based on ethical principles, values and beliefs of stakeholders, and scientific and other information”. Dengan demikian etika kesehatan masyarakat berfungsi dalam mengklarifikasi, menentukan prioritas, dan mempertimbangkan tindakan-tindakan kesehatan masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip etik, nilai-nilai dan kepercayaan dari masyarakat, serta berdasarkan ilmu pengetahuan dan informasi lainnya.
Sementara Barrett dkk (2016) mendefinisikan etika kesehatan masyarakat bukan sebagai proses saja melainkan sebagai aplikasi etik, “public health ethics can be seen both as the application of principles and norms to guide the practice of public health and as a process for identifying, analyzing, and resolving ethical issues inherent in the practice of public health”. Etika kesehatan masyarakat dapat dilihat dalam dua hal yaitu pertama sebagai aplikasi dari prinsip-prinsip dan norma-norma yang mengatur pekerjaan ahli kesehatan masyarakat, atau sebagai proses untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memecahkan masalah atau isu-isu etik yang berkaitan dengan pekerjaan ahli kesehatan masyarakat. Dengan demikian etika kesehatan masyarakat dapat dianggap sebagai aplikasi norma-norma dan proses penyelesaian masalah etik kesehatan masyarakat.
Karakteristik Etika Kesehatan Masyarakat
Dalam bidang kesehatan terdapat beberapa bidang etik yang sudah berkembang yaitu etika klinis, etika penelitian, dan etika profesi, yang seluruhnya bernaung dalam satu payung yang disebut Bioetik. Di antara ketika etik itu, etika kesehatan masyarakat merupakan topik yang relatif paling baru. Tidak mengherankan jika pada praktisi kesehatan masyarakat telah lebih dulu mengenal bidang etika lain sebelum etika kesehatan masyarakat. Namun demikian seluruh bidang etika tersebut sama-sama memuiliki empat prinsip utama bioetika (Ortman et al, 2016) yaitu:
Kode Etik Kesehatan Masyarakat
Di Indonesia hingga saat ini belum diatur dengan jelas kode etik profesi Kesehatan Masyarakat. Namun demikian, sebagai referensi kita dapat mengacu kepada kode etik profesi kesehatan masyarakat menurut Public Health Leadership Society version 2.2 yang menyatakan terdapat 12 kode etik kesehatan masyarakat yang disusun mengacu kepada 11 prinsip nilai-nilai dan kepercayaan yang meliputi kesehatan (health), komunitas (community), dan landasan aksi (bases action). Adapun 11 prinsip nilai-nilai dan kepercayaan tersebut antara lain:
Kesehatan (Health)
Komunitas (Community)
Editor : Asep Juhariyono