Gonta-ganti Bupati Tasikmalaya Tak Pengaruh, 42 Tahun Jalan Campakasari Tetap Rusak Parah

Nanang Kuswara
.
Jum'at, 03 Desember 2021 | 08:38 WIB
Kendaraan roda 4 saat berusaha melintas jalan menuju kawasan Desa Campakasari, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, yang belum mendapatkan pengaspalan, Jumat (3/12/2021).

TASIKMALAYA, iNews.id - Warga Desa Campaksari, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, menyatakan selama kurang lebih 42 tahun daerahnya belum merdeka dari kerusakan jalan.

Meskipun beberapa kali kepala daerah terus berganti, juga anggota wakil rakyat yang duduk di DPRD dari daerah pemilihan di sana berganti tetap saja jalan desanya belum sama sekali merasakan pengaspalan.

Hanya jalan berupa tanah merah dengan bebatuan saja, sehingga ketika kondisi hujan kendaraan roda pun terpaksa harus didorong. Alhasil, kawasan desa yang berbatasan dengan wilayah Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, tersebut menjadi salah satu desa yang terisolir di Kabupaten Tasikmalaya.

Sulit bagi warga disana untuk mengembangkan perekonomiannya, apalagi akses untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Dari Desa Campakasari untuk menuju puskesmas itu jaraknya 32 kilometer, kondisi jalan berupa tanah merah dan bebatuan. Roda empat atau mobil kalau musim hujan sudah pasti tidak akan bisa lewat kesini, sepeda motorpun harus terpaksa didorong,” ungkap Kepala Desa Campakasari Sutisna, Jumat (3/12/2021).

Mirisnya, beberapa kali kejadian warga disana yang akhirnya harus melahirkan di perjalanan ketika hendak mendapatkan pelayanan medis.

Bahkan mereka yang sakit parah harus menghembuskan nafas terakhirnya dijalan, karena kondisi jalan menyebabkan lamanya waktu perjalanan dan justru memperparah keadaan.

“Kalau yang mau melahirkan keburu brojol dijalan dan kalau yang sakit mah keburu meninggal, bahkan sebelumnya beberapa kali ambulan yang hendak keluar atau masuk kesini malah mogok dijalan. Jadi jangan dulu bicara perkembangan perekonomian, untuk akses pelayanan kesehatan dan pendidikan juga sangat sulit bagi warga kami,” kata Sutisna.

Sebelumnya, hati warga disana cukup gembira karena adanya pengerjaan jalan 2 minggu lalu yang kemudian dihentikan.

Yakni pembangunan jalan dari Cireundeu-Cihanura-Campakasari, tetapi tidak dilanjutkan karena tidak adanya anggaran yang di refocusing untuk penanganan Covid 19.

“Bukan pesimis, tapi saya tidak yakin hingga saya meninggal pun warga dan saudara saya yang berada disini tidak akan merasakan jalan bagus. Diaspal, hingga bisa menjangkau dengan mudah untuk bisa pergi ke puskesmas ataupun memasarkan hasil pertanian ke kota kecamatan,” ujar Ade (56), warga Desa Campakasari, Kecamatan Bojonggambir.

Kabupaten Tasikmalaya setidaknya memiliki panjang jalan 6.184 kilo meter lebih, jalan yang berstatus jalan kabupaten sepanjang 1.304 kilometer dan jalan desa sepanjang 4.880 kilometer.

Dari panjang jalan kabupaten yang ada tersebut yang kondisinya baik hanya sekitar 40 persennya saja atau 521,6 kilometer sedangkan sisanya sepanjang 782,4 kilometer dalam keadaan rusak parah, begitupun dengan jalan desa yang hanya 25 persen atau sepanjang 1.220 kilometer saja yang dalam kondisi baik sedangkan sisanya sepanjang 3.660 kondisinya rusak parah.

Editor : Asep Juhariyono
Bagikan Artikel Ini