Logo Network
Network

VIDEO: Peringati HKB 2024, BPBD Kota Tasikmalaya Simulasikan Penanganan Korban Bencana di Situ Gede

Kristian
.
Sabtu, 11 Mei 2024 | 14:15 WIB

TASIKMALAYA, iNewsTasikmalaya.id - BPBD Kota Tasikmalaya menggelar simulasi penanganan bencana di tempat wisata Situ Gede, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Rabu (8/5/2024).

Simulasi penanganan bencana yang dilakukan BPBD Kota Tasikmalaya ini sekaligus memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2024. Adapun tema HBK 2024 kali ini adalah Siap Untuk Selamat.

Kegiatan HBK 2024 tingkat Kota Tasikmalaya dibuka langsung Penjabat (Pj) Wali Kota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah yang ditandai dengan memukul kentongan bersama-sama Forkopimda Kota Tasikmalaya, termasuk Sekda Kota Tasikmalaya yang juga Kepela BPBD Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan. 

Simulasi penanganan bencana yang dilakukan BPBD Kota Tasikmalaya bersama stakeholder lainnya, di antaranya dari TNI, Polri, Basarnas, BNPB, Dinsos, Dinkes, PMI, Pemadam Kebakaran, Tagana, mahasiswa dari berbagai kampus, warga sekitar serta relawan lainnya.

"Hari ini kita melakukan latihan bersama antara BPBD, TNI-Polri, Tagana, dan seluruh elemen masyarakat pun hadir," kata Cheka.

Menurut Cheka, bahwa banyaknya stakeholder yang terlibat menunjukan kolaborasi yang cukup baik. Ia menyebut, kalau mau sempurna harus sering latihan.

"Oleh karena itu, kita barus sering-sering latihan. Apabila terjadi bencana, kita sudah siap, apa yang harus kita lakukan oleh setiap sektornya. Sosialisasi terus dilakukan, baik itu di level masyarkat maupun sekolah," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tasikmalaya, Ucu Anwar Surahman, menyampaikan, simulasi ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi dan meminimalisir dampak risiko bencana.

Selain itu, lanjut Ucu, simulasi penanganan bencana ini sangat penting. Hal itu untuk mengurangai korban dampak bencana, terutama dalam penanganan bencana banjir.

"Pertama kita masih disiaga darurat hidrometeorologi yang lebih bannyak didominasi oleh intensitas hujan yang sangat tinggi," ucap Ucu.

Ucu menyebut, pihaknya sudah mensimulasikan vertical rescue,untuk membantu dan menolong korban dari ketinggian tertentu. 

"Dan sekarang water rescue menjadi domain kita dalam rangka memberikan pencerahan simulasi kepada masyarakat, bagaimana proses evakuasi bila terjadi kebencanaan banjir diberbagai wilayah," jelasnya.

Langkah awal yang harus dilakukan masyarakat ketika ada bencana banjir, dikatakan Ucu, di antaranya adalah harus mengetahui, mengidentifikasi potensi banjir, mencari tempat yang memiliki ketinggian tertentu, dan selamatkan barang-barang yang memungkin harus diselamatkan terlebih dahulu.

"Untuk potensi banjir, sebenarnya kita tidak punya potensi banjir, tapi ada kemungkinan ketika bendungan seperti Situ Gede ini, ketika jebol, Apa yang akan dilakukan? Maka salah satu penanganan yang kita lakukan adalah bagaiamana masyarakat diajarkan, disiapkan dengan tagline siap untuk selamat. Untuk mengenali bahayanya, agar bisa mengurangi resikonya," pungkasnya.

Editor : Asep Juhariyono

Follow Berita iNews Tasikmalaya di Google News

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.