Logo Network
Network

VIDEO: Kronologi Siswa SMK di Tasikmalaya Tewas Tertabrak Kereta Api Malabar di Rajapolah

Kristian
.
Sabtu, 17 Juni 2023 | 07:41 WIB

Tasikmalaya, iNewsTasikmalaya.id -  Kronologi siswa SMK di Tasikmalaya tewas tertabrak Kereta Api Malabar relasi Bandung-Malang di Rajapolah.

Pihak kepolian mengungkap kronologi tewasnya siswa SMK di Tasikmalaya yang tertabrak kereta api Malabar tepatnya di KM 258+0, di Kampung Bojong Salak, Desa Manggungjaya, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (14/6/2023) malam.

Kapolsek Rajapolah AKP Iwan Sujarwo mengatakan, peristiwa siswa SMK tertabrak kereta api terjadi sekira pukul 19.45 WIB.

Menurutnya, berdasarkan keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian, korban atas nama Darul Juan Fauzi (18) warga Kampung Kamasan, Desa Rajapolah, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, sedang berjalan di jalur rel kereta api.

Korban diduga tidak konsentrasi akan datangnya kereta api yang melaju dari arah Barat menuju Timur.

“Korban atas nama Darul sedang berjalan di lintasan rel. Ketika sedang berjalan diduga kurang konsentrasi akan datangnya kereta api sehingga badan korban tertabrak dan terlempar,” kata Iwan, Rabu (14/6/2023).

Ia menuturkan, usai menerima laporan adanya korban tertabrak kereta api, pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Pihaknya juga berkoordinasi dengan Tim Inafis Satreskrim dan Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tasikmalaya guna olah TKP.

“Korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah korban kami evakuasi ke kamar mayat RSUD dr Soekardjo,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang siswa SMK di Tasikmalaya tewas tertabrak kereta api di Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Tubuh korban terseret lebih kurang 100 meter.

“Betul, ada seorang pria tertabrak kereta api. Cuman ada handphone korban yang masih berstatus siswa. Tubuhnya terseret lebih kurang 70 sampai 100 meter,” ucap salah seorang warga, Reyhan, di lokasi kejadian, Rabu (14/6/2023) malam.

Sementara itu, salah seorang tetangga korba, Sigit Pratama (23) menyampaikan, korban dikenal sebagai anak baik. Dia tidak menyangka korban meninggal dengan tertabrak kereta api.

“Anaknya dikenal sangat baik, kalau disuruh sama keluarganya juga langsung nurut. Gak nyangka saja kirain bukan dia (Darul) yang tertabrak,” ujarnya.

Editor : Asep Juhariyono

Follow Berita iNews Tasikmalaya di Google News

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.