VIDEO: 100 Pelaku IKM Olahan Makanan di Kota Tasikmalaya Dapat Sertifikat Halal Gratis

Kristian
.
Minggu, 22 Januari 2023 | 17:50 WIB

TASIKMALAYA, iNewsTasikmalaya.id - Sebanyak 100 pelaku industri mikro dan menengah (IKM) makanan olahan binaan Dinas Koperasi Perindag UMKM Kota Tasikmalaya mendapatkan sertifikat halal gratis dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya.

Pembagian sertifikat halal gratis tersebut diserahkan langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah di Aula Gedung Pusat Promosi dan Pemasaran (PPIK) di Jalan Letjen Mashudi, Kelurahan Kersanegara, Kecamatan Cibeureum, Jumat (20/1/2023).

Cheka Virgowansyah mengatakan, sertifikat halal menjadi penting untuk meningkatan kepercayaan terhadap produk-produk asli Kota Tasikmalaya. Kegiatan fasilitasi sertifikat halal ini merupakan bentuk dukungan Pemkot Tasikmalaya terhadap keberadaan IKM makanan dan minuman olahan, sekaligus memastikan bahwa produk yang beredar telah terjamin kehalalannya.

“Guna mendorong kepercayaan warga pada makanan Tasikmalaya, sehingga menumbuhkan nilai jual dan ekonomi bisa bangkit, kami menargetkan IKM olahan makanan dan minuman di Kota Tasikmalaya seluruhnya sudah bersertifikat halal,” kata Cheka.

Ia menuturkan, di Kota Tasikmalaya lebih kurang 1.066 IKM makanan olahan yang belum terfasilitasi sertifikat halal. Sehingga pihaknya terus melakukan upaya agar ribuan IKM tersebut bisa segera mendapatkannya.

“Jadi kita totalnya itu ada 1.066 IKM yang belum memiliki sertifikat halal. Jadi di 2024 itu wajib seluruh IKM harus bersertifikat halal, makanya kita suport sebanyak-banyaknya agar IKM di kita segera masuk sertifiasi halal,” tuturnya.

Cheka menegaskan, animo masyarakat terhadap makanan olahan khas Kota Tasikmalaya dinilai bagus. Bahkan, lanjut Cheka, kebanyakan orang tahu tentang Kota Tasikmalaya itu dengan adanya IKM itu sendiri. Menurutnya, IKM dan pemerintah harus bersinergi dan saling mendukung.

“Kalau animo masyarakat sangat kuat ya, kalau kita lihat IKM-IKM di Kota Tasikmalaya bahkan lebih terkenal mungkin dari pada industri besar lainnya. Justru yang orang kenal Kota Tasik ya IKM nya. Jadi itulah yang menjadi kekuatan kita saling support, saling bantu antar IKM baik pemerintah maupun para IKM sendiri," tegasnya.

“Efeknya dari sertifikal halal ini yang pertama kepercayaan ya. Kepercayaan masyarakat sehingga yakin dan tidak waswas saat mengkonsumsi produk-produk IKM karena sudah bersertifikasi halal,” pungkasnya.

Sementara itu, Kadis Koperasi UMKM dan Perindag Kota Tasikmalaya, Apep Yosa mengatakan, proses sertifikasi halal ini dilaksanakan sejak 2022 dari dana alokasi non fisik yang difasilitasi oleh pemerintah pusat untuk pemberian sertifikat halal bagi para pelaku IKM di Kota Tasikmalaya.

“Jadi kendala yang pertama tadi adalah karena mekanismenya itu pemberi izinnya instansi vertikal pemerintah pusat. Langka-langkah yang akan kita laksanakan koordinasi dengan Kementrian Agama (Kemenag), Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar proses sertifikasi halal ini bisa cepat," kata Apep.

Menurutnya, dengan sertifikasi halal akan mendorong para pelaku IKM itu lebih dipercaya oleh pangsa pasar. “Maka sertifikat halal merupakan kewajiban para pembuat produk olahan makanan sehingga tingkat kepercayaan dari pasar akan semakin kuat apabila pada setiap kemasan makanan olahan itu sudah ada label sertifikat halal," ucapnya.

Salah seorang pelaku IKM di Kota Tasikmalaya, Krisna Nugraha (39)  mengatakan, dirinya sudah berjualan olahan makanan mulai dari moleh, brownies, dan kue kering di Jalang Galunggungn. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya pemberian sertikat halal untuk olahan makanan yang diproduksinya.

“Sangat membantu sekali bagi pengusaha, khususnya seperti saya memang butuh hal-hal seperti ini. Alhamdulilah, dari dinas terkait dipermudah mendapatkan sertifikat halal, kemudian izin-izin yang lain itu gratis," ucapnya.

Editor : Asep Juhariyono

Follow Berita iNews Tasikmalaya di Google News

Bagikan Artikel Ini