Selain itu, dengan semakin banyaknya bangunan bertingkat, seharusnya kota ini memiliki firefighter truck dengan tangga agar pemadaman bisa dilakukan secara efektif.
"Kami butuh perhatian dan dukungan semua pihak. Ini bukan hanya untuk petugas damkar, tapi untuk keselamatan masyarakat Kota Tasikmalaya," tegas Ucu.
Tak hanya kendaraan, kondisi petugas damkar pun memprihatinkan. Mereka masih dianggap sebagai pegawai kelas dua, bahkan tidak memiliki kantor sendiri.
"Kami berharap tahun ini ada pembangunan kantor untuk damkar di kompleks Dinas Perhubungan dan Kominfo. Itu pun kalau tidak hanya sekadar janji," kata Ucu.
Komandan Regu (Danru) Damkar Kota Tasikmalaya, Budi Permana, membenarkan bahwa hanya satu unit kendaraan yang masih bisa digunakan.
"Dari lima unit, tiga sudah tidak bisa dipakai sama sekali. Satu lagi kalau dipaksakan dipakai, akan overheat dan pompa airnya tidak berfungsi. Mobil-mobil ini sudah seperti rongsokan," ungkapnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa banyak mobil mengalami rem blong, sehingga sangat berisiko bagi petugas yang bertugas di lapangan.
Budi berharap Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Viman-Diky, bisa segera memperhatikan kondisi damkar.
"Yang paling mendesak adalah kantor dan kendaraan layak pakai. Percuma ada mobil kalau kantor tidak ada," pungkasnya.
Editor : Asep Juhariyono
Artikel Terkait