Kerja Keras Petugas Damkar Akhirnya Berhasil Padamkan Api yang Melahap Pasar Manis Ciamis

CIAMIS, iNewsTasikmalaya.id – Kebakaran melanda Blok A Pasar Manis Ciamis pada Kamis (27/2/2025) malam, setidaknya menghanguskan enam kios milik tiga pedagang.
Api yang cepat membesar sempat membuat panik warga dan para pedagang sebelum akhirnya berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar tiga jam.
Petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang dibantu BPBD, PMI, dan unsur lainnya bergerak cepat untuk mengendalikan api.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ciamis, Memet Hikmat, mengatakan pemadaman dilakukan dengan mengerahkan empat unit mobil pancar dari Damkar, tiga tangki air dari BPBD, serta tambahan suplai air dari PDAM.
"Alhamdulillah, karena gerak cepat Damkar, api bisa diatasi. Cuaca juga cukup membantu karena ada hujan, sehingga api tidak sempat menyebar ke seluruh area pasar," ujar Memet.
Berdasarkan data sementara, kebakaran meludeskan kios yang menjual pakaian, kelontong, serta makanan dan minuman.
Dari enam kios yang terbakar, tiga mengalami kerusakan paling parah. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan petugas, namun dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun seorang petugas Damkar mengalami luka di tangan saat berupaya memadamkan api.
"Tadi saya lihat ada anggota Damkar yang terluka tangannya, mudah-mudahan tidak terlalu parah," tambah Memet.
Setelah api padam, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali. Warga yang sempat memadati lokasi perlahan meninggalkan area, terlebih setelah hujan deras turun.
Seorang pedagang pakaian, Erin, yang kiosnya berdekatan dengan sumber kebakaran, mengatakan api pertama kali muncul dari Toko Enji, sebuah toko kelontong di Blok A.
"Begitu mendapat informasi ada kebakaran dan melihat api membesar, saya dan suami langsung menyelamatkan barang-barang dagangan kami," kata Erin.
Sementara itu, perhitungan kerugian materiil akibat kebakaran masih dalam proses.
Editor : Asep Juhariyono