Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota Tangkap 2 Pemuda Pelaku Penganiayaan Pasutri di Tamansari

TASIKMALAYA, iNewsTasikmalaya.id - Aparat Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota berhasil menangkap berandalan bermotor yang melakukan penganiayaan terhadap pasangan suami istri (pasutri).
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra membenarkan, bahwa pihaknya telah menangkap berandalan bermotor yang aniaya pasutri bernama Munir (66), dan Emin (63) di Jalan Tamansari, Kelurahan Mulyasari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, pada Minggu (9/2/2025) dini hari.
Dalam insiden itu, membuat Munir mengalami luka serius di tangan hingga jari telunjuknya patah. Sementara, Emin tidak mengalami luka karena tidak menjadi sasaran serangan.
"Iyah kita udah berhasil mengamankan pelaku yang melakukan penganiayan terhadap pasutri di Jalan Tamansari atau tepatnya di depan Umtas," kata Herman pada wartawan, Rabu (26/2/2025).
Herman menyebut, jajaran Sat Reskrim mengungkap pelaku sebanyak dua orang masing-masing berinisial A (19), dan F (19) warga Kecamatan Tamansari. Keduanya diamankan setelag melakukan serangkaian penyelidikann.
"Keduanya merupakan warga Kecamatan Tamansari dan sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Mereka diamankan di rumahnya masing-masing," jelasnya.
Adapun, Herman menjelaskan, kronologis perkaranya sendiri ketika tersangka berboncengan menggunakan sepeda melewati Kampus Umtas, tersangka F melihat korban bersama Emin sedang berboncengan menggunakan sepeda motornya.
Lalu tersangka F menyuruh tersangka A untuk memepetkan kendaraan ke kendaraan yang di kendarai oleh korban.
"Sehingga A memepetkan kendaraan di sebelah kiri korban. Ketika sudah dalamjarak de belumnya berukuran sedang lalu batu tersebut memukul tangan kiri dari korban sebanyak 3 kali," ungkapnya.
Atas perbuatannya, diterangkan Herman, keduanya dikenakan Pasal 351 jo 56 KUHPidana tentang penganiayaan.
"Motifnya mereka melakukan aksi kekerasan secara acak, tanpa alasan yang jelas. Mereka mengaku melakukan itu dalam keadaan mabuk miras," tandasnya.
Editor : Asep Juhariyono