get app
inews
Aa Read Next : Akhiri MPLS, SLBN Cipatujah Tasikmalaya Gelar Karnaval dan Kunjungi Mako Koramil

Melihat Produksi Jipang Makanan Tradisional di Kota Tasikmalaya yang Masih Banyak Diminati

Rabu, 10 Juli 2024 | 13:08 WIB
header img
Melihat Produksi Jipang Makanan Tradisional di Kota Tasikmalaya yang Masih Banyak Diminati Masyarakat. Foto: iNewsTasikmalaya.id/Kristian

TASIKMALAYA, iNewsTasikmalaya.id - Jipang atau tengteng, makanan tradisional khas Sunda, masih banyak diminati oleh masyarakat hingga saat ini.

Biasanya, makanan ini dijadikan oleh-oleh atau disajikan sebagai camilan di rumah. Tengteng juga sering dijual di warung-warung dengan harga Rp500 per bungkus.

Di Kota Tasikmalaya, terdapat wilayah yang memproduksi makanan tradisional ini, seperti Jipang MB yang diproduksi oleh PD Mirasa dan Barokah di Kampung Pagergunung, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu.

Makanan yang memiliki rasa manis dan tekstur renyah ini terbuat dari beras dan gula aren. Kedua bahan tersebut dicampur, dipotong, dan dikemas sebelum akhirnya dipasarkan.

Pemilik PD Mirasa dan Barokah, Benyamin, menjelaskan bahwa Jipang atau Tengteng dibuat tanpa bahan pengawet.

"Berasnya kami bersihkan dulu, lalu dimasukkan ke mesin dan dicampur dengan gula aren. Prosesnya tidak terlalu lama," kata Benyamin saat ditemui di tempat produksinya, Selasa (9/7/2024) siang.

Dengan mengerahkan 30 pekerja asli Kampung Pagergunung, Benyamin bisa memproduksi 200 bal Jipang per hari.

"Setiap hari kami bisa memproduksi 200 bal. Sebelum dibal, satu per satu bungkus kami kemas dengan plastik agar higienis. Harga per bal adalah Rp 30 ribu ke agen, dan Rp 45 ribu jika dibeli di sini. Kalau di warung biasanya dijual Rp 500 perak per bungkus," terang Benyamin.

Minat masyarakat terhadap Jipang atau Tengteng masih sangat tinggi, terutama saat menjelang Idul Fitri dan Idul Adha.

Produksi Tengteng ini sudah dimulai sejak tahun 2000. Selain dipasarkan di Jawa Barat, produk ini juga dijual di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Belum sampai ekspor ke luar negeri, hanya di seputaran Pulau Jawa saja, Jabar, Jateng, dan Jatim," ungkap Benyamin.

Editor : Asep Juhariyono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut