Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Remaja Perempuan Usia 15 Tahun di Tasikmalaya Disekap Dua Hari di Penginapan, Empat Pemuda Diamankan
Advertisement . Scroll to see content

Kronologi Simulasi Kerusuhan di Terminal Indihiang Kota Tasikmalaya Dalam Pengamanan Pemilu 2024

Jum'at, 06 Oktober 2023 | 20:17 WIB
  • author Firman Suryaman
Kronologi Simulasi Kerusuhan di Terminal Indihiang Kota Tasikmalaya Dalam Pengamanan Pemilu 2024
Kronologi Kerusuhan di Terminal Indihiang Kota Tasikmalaya Dalam Rangka Pengamanan Pemilu 2024. Foto: iNewsTasikmalaya.id/Heru Rukanda

Aparat gabungan segera menuju lokasi dan langsung melakukan pengamanan dan menghalau massa. Situasi pun akhirnya bisa dikuasai.

Dalam dua peristiwa itu, aparat menangkap dua pria yang diduga sebagai provokator. Dua pria itu dibekuk Tim Maung Galunggung.

Tim BPBD dan Damkar yang tiba di lokasi pembakaran segera melakukan upaya pemadamam sejumlah fasilitas perdagangan yang sempat dibakar massa.

Itulah rangkaian kejadian huru-hara yang diciptakan dalam kegiatan simulasi pengamanan Pemilu 2024 yang digelar di area parkir luas di Terminal Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jumat (6/10/2023).

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP SY Zainal Abidin mengatakan, simulai melibatkan dua pertiga personel Polres Tasikmalaya Kota, ditambah unsur TNI, Satpol PP, BPBD dan Damkar, serta Dishub Kota Tasikmalaya.

"Simulasi untuk melihat sejauh mana kesiapan seluruh personel yang akan dilibatkan dalam pengamanan Pemilu 2024 nanti," ujar Zainal.

Secara umum, tambah kapolres, seluruh personel sudah siap melaksanakan tugas. Untuk hal-hal yang masih dianggap kurang, akan dilakukan perbaikan.

Kerusuhan terjadi bermula dari kampanye salah satu capres di area parkir Terminal Indihiang. Lalu muncul massa simpatisan dari capres lain ke lokasi yang sama.

Melihat ada potensi bentrok, aparat kepolisian dari Tim Dalmas Awal Polres Tasikmalaya Kota dikerahkan. Massa dari satu capres membubarkan diri. Sedangkan massa dari capres lain malah melakukan aksi perlawanan, hingga terjadi bentrok dengan aparat kepolisian.

Massa ternyata makin banyak dan lebih anarkis. Tim Dalmas Lanjutan kemudian dikerahkan, namun tetap tak membuat massa bubar, walau truk water canon mulai menembakkan air ke arah massa.

Detasemen Brimob Batalyon D Pelopor Polda Jabar kemudian dikerahkan, termasuk pasukan bersenjata peluru karet menggunakan sepeda motor trail. Barulah massa berhasil dihalau dan membubarkan diri.

Editor: Asep Juhariyono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut