Komunitas MelBi Tempatnya Berbagi Ilmu Usaha Gratis

Nanang Kuswara
.
Sabtu, 15 Januari 2022 | 16:56 WIB
Komunitas MelBi Tempatnya Berbagi Ilmu Usaha Gratis. (Foto: iNewsTasikmalaya.id/Nanang Kuswara)

TASIKMALAYA, iNews.id - Senang berbagi atau sharing berkenaan dengan ilmu, pengalaman, serta bimbingan terhadap pelaku usaha, hingga kini masih tetap dijalankan Komunitas Melek Bisnis (MelBi) Tasikmalaya yang menginjak usia 5 tahun sejak berdiri pada tanggal 16 Desember 2016 silam. 

Menurut Founder Komunitas MelBi Teguh Nugraha, awal berdirinya komunitas tersebut hanya sekitar delapan orang saja yang diawali dengan keinginan untuk mencari ilmu tentang bisnis yang saat itu masih langka. Susah mendapatkan mentor yang bagus, atau bahkan harus rela merogoh saku lebih dalam untuk bisa belajar dengan baik. 

Banyaknya pelaku usaha yang terpaksa gulung tikar atau roda bisnis yang jalan ditempat, menjadi dasar pula dari komunitas ini untuk kemudian menjadi volunteer agar pelaku usaha bisa menemukan model bisnis yang tepat bagi sektor usaha yang digelutinya. Agar makin berkembang dan maju, hingga beberapa diantaranya justru mengawali usahanya setelah bergabung di komunitas tersebut. 

“Filosofi dasarnya MelBi itu membantu atau volunteer, maka diharapkan keberadaannya bisa banyak memberikan manfaat atau banyak para pelaku usaha yang terbantu dengan keberadaannya. Karena disini memang diisi oleh orang-orang yang senang berbagi ilmu, pengalaman, serta strategi dalam menjalankan berbagai usaha,” ungkap Teguh. 

Empat metode yang kini dijalankan Komunitas MelBi dalam berbagai kegiatannya yakni berupa Mentoring, Coaching, Training, dan kemudian yang kini dijalankan setiap sepekan sekali yakni Biztrip atau mengunjungi pelaku usaha sukses untuk berbagi pengalamannya. Biasanya dilaksanakan setiap hari Selasa pada setiap minggunya. 

“Orang Tasikmalaya itu jiwa dagangnya tidak usah diragukan lagi sebenarnya, hanya saja ketika sudah berjalan bahkan sudah sukses sekalipun dengan omset besar terkadang mentok. Baik pada sisi marketing, keuangan, produksi, dan lain sebagainya, maka disinilah peran MelBi yang kemudian memberikan masukan agar mereka menemukan kembali model bisnisnya yang tepat hingga kemudian usahanya tetap makin berkembang pesat,” jelas Teguh. 

Komunitas MelBi sendiri saat ini berjumlah lebih dari 200 pelaku usaha yang berasal dari Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, bahkan beberapa diantaranya memiliki omset ratusan juta rupiah setiap bulannya. Seperti pada acara yang digelar di Kedai Kopi Cerita Sore Tundagan, pelaku usaha sukses seperti Ratu Kriuk, Prospero Shoes, Martabak Sanjaya, dan owner minuman.id yang berbagi tips dan trik sukses dalam menjalankan usahanya. 

Di MelBi tidak ada coach sebenarnya, mereka berbagi ilmu, pengalaman, dan tips sendiri. Siapapun dipersilahkan ketika mau berbagi ilmunya berbicara, baik didatangi ke tempat usahanya, ataupun diundang kopdar pada acara MelBi. Mereka ini pelaku usaha yang luar biasa sebenarnya, tetap rendah hati, mau berbagi, padahal omsetnya sangat besar. 

Seperti halnya Owner Martabak Sanjaya Saeful Adam, yang sama sekali tidak memiliki keahlian dalam bidang usaha makanan terutama martabak namun ketika menemukan model bisnis yang tepat, relasi yang banyak, ternyata kini telah memiliki 6 cabang dibeberapa tempat. Serta mempekerjakan sebanyak 22 orang karyawan dengan omset penjualan yang cukup besar. 

“Saya tidak tahu cara bikin martabak, makanya diawal banyak gagalnya. Namun kemudian support dari MelBi sangat besar, relasi saya terbangun hingga kemudian usaha terus berkembang dengan berdirinya sejumlah cabang. Di MelBi ini saya menemukan model bisnis yang tepat, makanya harapan kedepan makin banyak pelaku usaha bisa terbantu atas keberadaannya,” ujar Saeful.*** 

Editor : Asep Juhariyono
Bagikan Artikel Ini