get app
inews
Aa Text
Read Next : JTI Galuh Raya Berbagi, Warga Panoongan Terima Bantuan Sembako Jelang Lebaran

Miliki Rasa Gurih dan Kenyal, Ketupat Air Tanjung Ma Oto Kebanjiran Orderan Jelang Lebaran 2025

Senin, 24 Maret 2025 | 11:54 WIB
header img
Makanan khas Lebaran yang diproduksi oleh Ma Oto, dengan hanya menggunakan bahan air asin Tanjung itu, memiliki rasa yang gurih, kenyal dan tahan lama, sehingga menjadi incaran masyarakat banyak. Foto: iNewsTasikmalaya.id/Kristian

TASIKMALAYA, iNewsTasikmalaya.id - Ketupat Air Tanjung Ma Oto selalu menjadi buruan masyarakat setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri.  Makanan khas Lebaran yang diproduksi oleh Ma Oto, dengan hanya menggunakan bahan air asin Tanjung itu, memiliki rasa yang gurih, kenyal dan tahan lama, sehingga menjadi incaran masyarakat banyak.

Ditemui di kediamannya, yang beralamat di Kampung Tanjung Kidul, RT 03 RW 03, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, pada Senin (24/3/2025) pagi, Ma Oto bersama keluarga dan pegawai lainnya tengah sibuk mempersiapkan membuat ketupat.

Persiapan mulai dari membuat cangkang ketupat, mengisi cangkang ketupat dengan beras, air asin Tanjung, dan sejumlah kebutuhan lainnya.

Ma Oto mengamh, menjelang momen Lebaran 2025 ini, dirinya sudah banyak menerima pesanan ketupat dari para pelanggan. Malahan, diakui dia, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, permintaan ketupat melonjak dratis.

"Alhamdulilah ramai. Bahkan, pesanan melebihi dari tahun kemarin," kata Ma Oto.

Dari buka catatannya, dikatakan dia, sudah ada 6 ribu yang memesan ketupat kepada dirinya. Jumlah itu, lebih tinggi jika dibandingkan tahun sebelumnya.

"Sejak pertengahan bulan ini sudah ada 6 ribu pesanan ketupat itu bukan yang biasa langganan. Belum lagi yang langganan belum pesan, mungkin bisa nyampai 8 sampai 10 ribu pesanan," ungkapnya.

Untuk tahun ini, Ma Oto menyebut, ia menyiapkan sebanyak 9 kwintal beras dan 20  tandom air untuk membuat ketupat pada Lebaran tahun ini. Adapun, harga ketupat yang ia jual perikatnya sendiri dikisaran Rp 30 ribu.

"Per bijinya itu Rp 6 ribu, kami jual perikat, jadi Rp 30 ribu perikatnya. Karena kita harus pakai beras yang bagus dan benar-benar bersih," ujarnya.

Ia menuturkan, pegawai yang dilibatkan untuk membuat ketupatnya sendiri merupakan anggota keluarga dan tetangga yang ada di sekitar rumahnya.

"Yang bantu anak, mantu, dan ada juga kita libatkan tetangga yang ada di sekitar. Dan saat ini kita masih persiapan pembuatan cangkang ketupatnya," jelasnya.

Ia menjelaskan, bahwa membuat ketupat tidak pada saat momen Lebaran saja. Tetapi, hari biasa pun rutin dilaksanakan. Ma Oto menuturkan, ketupat yang diproduksinya memiliki rasa yang gurig dan kenyal.

"Ketupat ini memiliki daya tahan hingga satu minggu, karena saat direbus menggunakan air asin alami yang hanya ada di Kampung Tanjung," terang dia.

Ma Otto sendiri sudah memulai produksi ketupat sejak tahun 1995 meneruskan orang dari nenek moyangnya.

"Tidak hanya dari Tasik yang pesan, semua daerah Priang Timur ada. Bahkan, dari Bandung dan Bogor juga ada kesini," pungkasnya.

Editor : Asep Juhariyono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut