Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 7 Muncikari Prostitusi Online di Tasikmalaya Ditangkap, Termasuk Anak di Bawah Umur
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Dugaan Perundungan Pelajar di Tasikmalaya Kembali Mencuat

Jum'at, 04 Oktober 2024 | 17:25 WIB
  • author Indra Sanjaya
Kasus Dugaan Perundungan Pelajar di Tasikmalaya Kembali Mencuat
Kasus Dugaan Perundungan Pelajar di Tasikmalaya Kembali Mencuat. Foto: Ilustrasi/Istimewa

TASIKMALAYA, iNewsTasikmalaya.id – Sebuah video berdurasi 37 detik yang diduga memperlihatkan tindakan perundungan di kalangan pelajar kembali viral di media sosial. 

Dalam video tersebut, tampak sekelompok pelajar berkumpul di sebuah lokasi terbuka yang dikelilingi pepohonan.

Terlihat dalam video, sejumlah pelajar berdiri berjejer, sementara salah satu dari mereka, yang mengenakan kalung dan sandal putih, memukul perut teman-temannya satu per satu. 

Beberapa korban terlihat meringis kesakitan dan tersungkur sambil memegangi perut mereka.

Kapolsek Sukarame, Ipda Mulyadi, menjelaskan bahwa insiden ini terjadi pada Rabu (25/9/2024) sekitar pukul 14.30 WIB di kawasan Gunung Loa, Kampung Cihandeleum, Desa Sukakarsa, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya.

“Kasus ini sudah ditangani oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tasikmalaya. Bahkan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Sosial juga telah turun langsung,” ungkap Ipda Mulyadi, Jumat (4/10/2024).

Sementara itu, Yogi, seorang warga Tasikmalaya, menyatakan keprihatinannya atas insiden ini. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi, terutama di kalangan pelajar.

“Semoga kekerasan dan perundungan terhadap anak, khususnya di kalangan pelajar, tidak terjadi lagi,” kata Yogi penuh harap.

 

Editor: Asep Juhariyono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut