
Seja berangkat dari perantaunnya, Uus menyebut, sering melakukan istirahat di daerah yang ia lewati.
"Istirahat pertama puncak pinus ya (Cariu), terus Ciranjang, Cipatat, Padalarang, terus kesininya udah mau Nagreg itu istirahat. Terus barusan di Malangbong," ungkapnya.
Uus mengutarakan, ia hanya membawa barang bawaan secukupnya yang dirinya simpan di belakang jok.
"Gak terlalu banyak barang bawaan, cukul salin aja. Ada sih oleh-oleh juga," terang dia.
Bagi Uus, mudik dengan sepeda bukan hanya soal pulang kampung, tapu juga perjalanan yang penuh pengalaman dan kepuasan tersendiri.
Meski begitu, ia tetap memperhatikan faktor keselamatan, seperti helm, sarung tangan, kacamata, dan maske selalu ia pakai untuk melindungi diri dsri debu dan asap kendaraan.
"Kalau jalur Cariu ya, ada tanjakannya ada bonusnya, jadi beda sama lewat Purwakarta. Walaupun gaada tanjakan ekstrim, tetapi dia landai gitu naiknya. Ada juga minusnya, kalau di jalan seli gaada perkampungan pas di jalan baru. Itu baru pabrik aja kiri-kanan," pungkasnya.
Editor : Asep Juhariyono
Artikel Terkait