"Perlu peran pemerintah, kitakan perlu ada koordinasi, perlu ada sinkronisasi, program-program pemberdayaan masyarakat. Kemitraan belum, karena IPHI nya baru lahir kembali, selama kepengurusannya gak jelas, baru sekarang jalan lagi," ucapnya.
"Yang penting bantu kita melakukan pembinaan saja, yang terdekat saja, tanggal 22 Mei ada pemberangkatan haji, itu kan PPHD. Tapi setelah haji itu diserahkan ke IPHI membinanya gimana IPHI, mereka butuh support," pungasnya.
Sementara itu, Sekda Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan mengapresiasi kembalinya IPHI Kecamatan se-Kota Tasikmalaya yang telah lama vakum tersebut.
Menurutnya, IPHI adalah tempat silaturahminya para haji di Kota Tasikmalaya, yang memang ada di mana-mana secara nasional.
"Ditambah karena memang persaudaraan yang terbangun selama melaksanakan ibadah haji itu harus terjalin, karena selama menjalankan ibadah haji itu, kita dengan satu regu, dengan satu kloter itu betul-betul kaya saudara," kata Ivan.
Ivan berharap, silaturahmi tersebut bisa dibawa sampai ke tanah air untuk menjadi semangat persaudaraan itu mesti menjadi organisasi sosial yang berkontribusi, salah satunya ialah keteladanan.
"Jadi para haji itu harus bisa memberikan keteladanan kepada masyarakatnya. Karena mereka pasti dipandang oleh masyarakat, nah itu harus ada timbal baliknya, bagaimana itu keteledanannya," ujarnya.
"Saya berharap dengan organisasi ini, bisa berkolaborasi dengan pemerintah, mereka memberikan keteladanan. Keteladanan itu bisa menolong masyarakat dan juga bisa berkontribusi, berkolabari dengan program-program. Contoh yang kecil mereka memberikan keteladanan dengan kaitan kebersihan lingkungan, kaitan dengan kesehatan, dan program-program yang lain," tandas Ivan.
Editor : Asep Juhariyono
Artikel Terkait
