Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 100 Hari Viman-Diky Dinilai Gagal, Mahasiswa Tasikmalaya Turun ke Jalan Sampaikan Sejumlah Tuntutan
Advertisement . Scroll to see content

VIDEO: Musrenbang DLH Kota Tasikmalaya RKPD 2025, Penghijauan dalam Kota Satu Gedung Satu Pohon

Sabtu, 02 Maret 2024 | 07:27 WIB
  • author Kristian

TASIKMALAYA, iNewsTasikmalaya.id - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2025 sektor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya digelar di Aula DPUTR pada Kamis (29/2/2024).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs. H. Tedi Setiadi, membuka secara langsung Musrenbang RKPD 2025 DLH Kota Tasikmalaya. 

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi 3 DPRD Kota Tasikmalaya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perwakilan Bapelitbangda, Perwakilan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya, serta undangan lainnya.

Kepala DLH Kota Tasikmalaya Deni Diyana mengungkapkan, bahwa DLH tidak hanya bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah, tetapi juga menjaga kualitas air, udara, dan lahan. 

Untuk menjaga hal tersebut, pihaknya akan meningkatkan penghijauan di wilayah dalam kota dengan program satu bangunan gedung satu pohon. Program tersebut menjadi salah satu program unggulan DLH Kota Tasikmalaya.

"Selain itu, kami akan melakukan operasi pengawasan terhadap pelaku usaha yang membuang limbah ke sungai. Kami akan memberikan teguran atau sanksi administrasi kepada pelanggar aturan terkait pencemaran lingkungan. Kami juga akan meningkatkan ruang terbuka hijau di seluruh wilayah Kota Tasikmalaya," kata Deni.

Deni berharap bahwa penanganan sampah dapat dijadikan prioritas tematik tahunan dalam pengambilan kebijakan tingkat kota.

"Saya meminta agar penanganan lingkungan hidup menjadi prioritas utama setidaknya selama satu tahun dari lima tahun masa kepemimpinan berikutnya. Selama ini, prioritas utama lebih condong ke infrastruktur dan daya beli," ujarnya.

"Namun, penanganan lingkungan hidup juga sama pentingnya karena telah menjadi isu global, seperti yang diakui oleh PBB. Oleh karena itu, saya meminta agar dalam lima tahun ke depan, alokasi anggaran khusus untuk lingkungan hidup," sambung Deni.

Ia juga mengungkapkan bahwa anggaran untuk penanganan sampah tahun ini hanya sebesar Rp13 miliar, lebih rendah dari tahun sebelumnya. 

Anggaran tersebut bahkan tidak mencukupi untuk biaya bahan bakar armada, yang hanya mencukupi hingga bulan September.

"Kami berharap dapat mendapatkan tambahan anggaran dari pemerintah kota. Selain itu, anggaran untuk pemeliharaan juga sangat minim, padahal armada kami sudah uzur dan sering mengalami kerusakan," tambahnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Tasikmalaya, Tedi Setiadi, berharap agar hasil dari musrenbang ini dapat menghasilkan rencana kerja pembangunan untuk tahun 2025. 

Ia juga mengingatkan bahwa masalah sampah masih menjadi permasalahan di Kota Tasikmalaya. "Kami mengharapkan inovasi dari masyarakat dalam meningkatkan kesadaran dalam menjaga lingkungan, terutama dalam hal penanganan sampah," tutupnya.

Editor: Asep Juhariyono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest Video

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut