Menurutnya, fitrah laki-laki atau seorang ayah yang selanjutnya yakni tidak meninggalkan sholat. Ayah harus menjadi contoh dan mendidik keluarga untuk tidak meninggalkan sholat.
"Fitrah laki-laki yang ketiga adalah tidak mengeluh. Laki-laki itu pemimpin sehingga jangan mengeluh. Kalau pemimpinnya mengeluh, bagaiman yang dipimpinnya (anak istri)," ujarnya.
Selanjutnya, fitrah seorang ayah itu yakni tidak pelit atau dermawan kepada keluarganya. Bagi laki-laki keluarga adalah segalanya.
"Laki-laki juga tidak memaksa. Artinya tidak memaksakan kehendak kepada istrinya. Tidak menyusahkan (menjadi pahlawan bagi keluarga) meringankan beban istri," ucapnya.
Ustadz Amaswara menambahkan, fitrah laki-laki berikutnya yaitu bergaul dengan baik, berbicara dengan lembut dan penyabar.
"Dalam hubungan suami istri tentunya keduanya harus memiliki kesabaran, tapi yang paling sabar itu fitrahnya laki-laki atau seorang ayah. Ini semua tercantum dalam Al-Quran Surat An-Nisa ayat 19," tandasnya.
Editor : Asep Juhariyono
Artikel Terkait
