back to homeBack
1/4
Ani (34) warga Pasirheulang, Desa Sukapada, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, merupakan perajin gula aren sebagai usaha yang bertahan saat pandemi Covid-19 menghasilkan bahan baku di alam sekitar. (Foto: iNewsTasikmalaya/Asep Juhariyono)
2/4
Ani (34) warga Pasirheulang, Desa Sukapada, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, merupakan perajin gula aren sebagai usaha yang bertahan saat pandemi Covid-19 menghasilkan bahan baku di alam sekitar. (Foto: iNewsTasikmalaya/Asep Juhariyono)
3/4
Ani (34) warga Pasirheulang, Desa Sukapada, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, merupakan perajin gula aren sebagai usaha yang bertahan saat pandemi Covid-19 menghasilkan bahan baku di alam sekitar. (Foto: iNewsTasikmalaya/Asep Juhariyono)
4/4
Ani (34) warga Pasirheulang, Desa Sukapada, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, merupakan perajin gula aren sebagai usaha yang bertahan saat pandemi Covid-19 menghasilkan bahan baku di alam sekitar. (Foto: iNewsTasikmalaya/Asep Juhariyono)
  • Ani (34) warga Pasirheulang, Desa Sukapada, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, merupakan perajin gula aren sebagai usaha yang bertahan saat pandemi Covid-19 menghasilkan bahan baku di alam sekitar. (Foto: iNewsTasikmalaya/Asep Juhariyono)
  • Ani (34) warga Pasirheulang, Desa Sukapada, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, merupakan perajin gula aren sebagai usaha yang bertahan saat pandemi Covid-19 menghasilkan bahan baku di alam sekitar. (Foto: iNewsTasikmalaya/Asep Juhariyono)
  • Ani (34) warga Pasirheulang, Desa Sukapada, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, merupakan perajin gula aren sebagai usaha yang bertahan saat pandemi Covid-19 menghasilkan bahan baku di alam sekitar. (Foto: iNewsTasikmalaya/Asep Juhariyono)
  • Ani (34) warga Pasirheulang, Desa Sukapada, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, merupakan perajin gula aren sebagai usaha yang bertahan saat pandemi Covid-19 menghasilkan bahan baku di alam sekitar. (Foto: iNewsTasikmalaya/Asep Juhariyono)